Saturday, February 26, 2011

Land for sale / tanah di jual

Detail Lokasi (garis besar)
Nama tempat : Batu Guring, masuk wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Berjarak +/- 4 km dari Labuan Tano (gerbang pelabuhan barat pulau Sumbawa). samping jalan raya lintas propinsi (jalur tujuan arah Sumbawa besar). Back ground bukit dan latar depan jalan raya propinsi dan view Gili Kalong. berjarak sekitar 500m arah timur base-camp PT. Paloma Agung (perusahaan budidaya Mutiara).

Posisi geografis : S : 08*31' 38.01" ~ E : 116*52' 47.12"

Cakupan Wilayah :
Secara gambaran umum, lokasi tanah di kawasan Batu Guring berada di wilayah peta Administratif Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Merupakan kabupaten termuda (pemekaran wilayah) dari 5 kabupaten dan Kota di pulau Sumbawa (bagian dari propinsi NTB), Luasan wilayah KSB terdapat pada gambar peta di bawah ini (warna Merah maron), Batu Guring termasuk dalam wilayah administratif lebih kecil di Kecamatan Poto Tano. Terdiri atas 8 Desa.

NB : Lebih spesifik kunjungi website resmi sumbawabaratkab.go.id



Peluang pengembangan lokasi :
Sebagai Kawasan kabupaten termuda, KSB secara master-plan akan dibangun lebih konstruktif kedepan sesuai peruntukan spesialisasi pengembangan kawasan. Ada poin alasan ;
  1. Kecamatan PotoTano merupakan pintu gerbang pulau Sumbawa Sebelah Barat, Jadi dianggap sebagai aset yang sangat vital bagi arus lintas barang/jasa dan arus ekonomi yang menghubungkan 5 kabupaten.
  2. Terdapat beberapa pulau kecil (bahasa lokal disebut gili) yang belum dikelola secara maksimal. Dalam arti masih terdapat peluang pengembangan zona pariwisata pesisir dan pulau kecil. Saat ini pulau/gili yang menjadi fokus pemda dan dibantu oleh PT. NNT (Newmont Nusa Tenggara) adalah gili Kenawa. Ingin menikmati beberapa view gili Kenawa bisa liat di salah satu blog milik fotografer lokal, di SINI.
  3. Beberapa spot kawasan di lingkar pesisir Desa PotoTano, Sebelumnya telah berkembang usaha skala besar. Diawali dikawasan utara, Batu Guring, sampai saat ini masih ada perusahaan budidaya kerang Mutiara milik PT. Paloma Agung. Dan tambak udang skala kecil milik per-orangan / Pengusaha lokal. Sementara di pesisir sebelah barat pernah ada usaha tambak udang skala besar, pola kerjasama perusahaan & warga. Hanya sudah tutup sejak era momen reformasi (1998).
  4. Lokasi lahan tepat berada di alur jalan (aspal) lintas propinsi. Jadi masih kawasan strategis.
"POTENSI" tadi setidak dapat menjadi acuan bagi para calon peminat tanah (investor) yang ditawarkan. Paling tidak terbuka peluang untuk mengembangkan usaha prioritas jangka panjang, maupun menengah. Setidaknya saya "menangkap" beberapa ide , diantaranya :
  • Usaha POM bensin (mengingat lalu lintas jalur propinsi di lewati bus dan truk juga mobil pribadi)
  • Integrated ONE STOP In (Usaha terpadu) mengembangkan usaha restoran/rumah makan. plus Penginapan maupun losmen. Kondisi saat ini jarak penginapan cukup jauh dari pelabuhan karena terletak di daerah Alas (kurang lebih 25Km arah timur). Jadi Opsi ini masih cukup terbuka.
  • Selain 2 usaha tadi, Peluang usaha yang belum banyak dilirik orang lokal adalah budidaya pemeliharaan burung sriti/walet. Inipun masih bisa dikembangkan bersama dalam managemen usaha terpadu (2 contoh diatas) tergantung dari kapasitas modal individu investor.
  • Zona tanah di perbukitan juga cukup eksotis. Formasi terasiring ini masih terbuka untuk pengembangan usaha yang lebih menantang. Misalnya, usaha penanaman pohon /tanaman keras (tanaman industri). Ini opsi bagi usahawan yang memiliki selera Dwi-EKO, Ekologi sekaligus Ekonomi jangka panjang. Dalam kurun menengah, Ketika pepohonan cukup besar bisa disisipkan usaha out-bound dan disinergikan usaha wisata Pesisir (pantai & pulau). Setidaknya ini khusus tema Green-business bagi pribadi yang ingin mengembangkan usaha berwawasan ramah lingkungan. Sedikit punya rasa idealis!!!! gitu lah kira-kira.....,
  • Dengan bentuk lahan yang memanjang ke belakang, masih bisa di sisakan sedikit space ruang untuk pemeliharaan hewan ternak. Misalnya sapi. Memagari dengan vegetasi khusus yang sesuai pakan ternak.
  • Posisi lahan yang miring tadi, slope dari selatan ke utara memungkinkan pengelolaan tadi secara terpadu. Ceruk di celah bukit belakang merupakan peluang jika dibangun kantung-2 air. Seperti bentuk embung di beberapa level terasiring. Yang pada musim hujan akan terpenuhi. Cukup sebagai cadangan sistim irigasi perkebunan dan minum ternak.

Setidaknya bagi siapapun yang sempat kunjung blog ini dan mukim di Jawa timur atau pernah melewati akan terbuka wawasan saat melihat seperti pengembangan kawasan wisata Pasir-Putih Kabupaten Situbondo - Jawa Timur.

bila Minat?
kontak person sy : 081-936-712337 (xL)



DOKUMENTASI




arah utara : tampak Gili Kalong


belakang (Selatan) view perbukitan

Petunjuk Peta detail lokasi melalui intipan foto satelit ala Google Map :





note :
2 petak sebelah kiri adalah pengembangan usaha tambak Udang

Zoom lagi : tanda petak Merah adalah luasan tempat yang di maksud

ups! yg ini petak Kuning

No comments:

Post a Comment